banner 728x250

Sekilas tentang cerita Kurawa

  • Bagikan
banner 468x60

tentang kurawa

sekilas tentang kurawa

Di artikel sebelumnya sudah dijelaskan tentang wayang kulit itu berasal dari mana ceritanya dan seperti apa dulu. Sekarang akan membahas sekilas tentang Kurawa. Yang terkenal dengan kejahatannya terhadap saudara adik sepupunya yaitu Pndawa. Hanya karena ketamakan kekuasaan kerajaan yang begitu besar dimana kekayaannya melimpah di Hastinapura. Apabila dibandingkan dengan kerajaan yang ada disekitarnya tentu Hastinapura lebih unggul.

banner 336x280

Didalam artikel selanjutnya atau di blog ini tidak akan dituliskan secara rinci setiap lakon cerita. Hanya dituliskan secara umum saja garis besarnya. Kalau ingin tahu silahkan menonton dan mendengarkan langsung cerita wayangnya di Youtube. Sudah banyak tinggal diketik wayang kulit atau nama dalang tertentu nanti akan bermunculan. Sebagai catatan setiap dalang mempunyai cerihasnya sendiri jadi apabila tidak sama dengan dalang yang lain atau kok agak bagaimana. Jangan langsung memberikan stempel hitam. Karena itu merupakan kreatifitas mereka dalam mengembangkan cara atau teknik memainkan gerak wayang. Karena kalau kita sudah mencintai suatu provesi pasti ada rasa ingin lebih baik lagi dan yang terpenting adalah tidak keluar dari rel yang sudah ada, walaupun harus keluar dari rel tentu jangan terlalu jauh.

Ibarat orang yang akan pergi menuju kesuatu tempat dengan naik mobil. Banyak alternatif jalan menuju ketempat tersebut. Jadi terserah kepada orang tersebut mau lewat jalan mana. Terpenting, jangan pernah melalui jalan yang tidak semestinya semisal. Jika mengendarai bus yang berukuran besar, jangan melewati jalanan desa.

Kurawa merupakan putra dari Adipati Destarata dengan istrinya Dewi Gendari. Lalu mereka diberikan karunia oleh para Dewata mempunyai 100 anak tapi 99 adalah anak laki-laki dan 1 orang adalah wanita. Terus mereka dikenal dengan Kurawa. Karena dulu Destarata salah satu namanya yaitu Kuru. Penting untuk diketahui bagi yang belum tahu Adipati Destarata adalah disabilitas tunanetra tapi dia sangat sakti mempunyai ajian lebursaketi. Jika dipukulkan kepada manusia, seketika orang tersebut akan mati.

Jadi Dewi Gendari mempunyai anak sebanyak itu bagaimana cara melahirkannya, pasti hal tersebut yang ada didalam benak kita. Tetapi tidak melahirkan seperti yang biasa umum diketahui orang selama ini ataupun di zaman dulu juga. Dewi Gendari spesial dalam melahirkan para Kurawa barangkali pada zaman itu hanya Dewi Gendari saja. Jadi ketika itu Dewi Gendari melahirkannya dalam bentuk gumpalan lalu lama-lama menjadi banyak seperti itu 100 orang. Lalu yang paling besar dan dijadikan anak yang pertama diberi nama Kurupati, Joko Pitono, Gendari Putra, Duryudana. Yang kedua diberi nama Dursasana, yang ketiga Durmagati terus selanjutnya citraksi, kartamarma, citrakso dan yang satu wanita diberi nama Dursilawati.

Untuk sehari-hari para Kurawa diasuh oleh pamannya adik dari Dewi Gendari yaitu Haryo Suman yang dimana nanti akan terkenal menjadi Patih Haryo Sengkuni.

Kenapa diasuh sama Haryo Suman karena Adipati Destarata merasa kalau dirinya tidak bisa mengurus anak sebanyak itu soalnya dia merasa kalau mempunyai kekurangan tidak sempurna. Jadi dipasrahkan kepada Haryo Suman sebagai pengasuh Kurawa. Tetapi biaya untuk kebutuhan setiap harinya dicukupi oleh Adipati Destarata. Sebenarnya lebih tepatnya Haryo Suman hanya diminta untuk mengawasi saja. Namun pada akhirnya berjalannya waktu hal tersebut dimanfaatkan oleh Haryo Suman untuk memasukan angin kebencian kedalam alam Fikiran para Kurawa. Untuk memusuhi Pandawa jadi siang dan malam angin kebencian selalu dihembuskan.

Memang tidak salah apabila Haryo Suman mempunyai niatan yang seperti itu didalam hatinya. Disebabkan hampir semua keluarganya meninggal dikarenakan Prabu Pandu bapaknya para Pandawa. Yang hidup tinggalah kakaknya Dewi Gendari, Haryo Suman dan kedua adiknya. Tapi adiknya tersebut barulah muncul ketika perang Barata Yuda sudah mau selesai tinggal detik terakhir. Dan sebenarnya bagi pencinta cerita wayang tentu hal itu menjadi tanda tanya apakah itu adiknya benar atau hanya adik sepupu atau mungkin hanya taktinya Haryo Suman saja. Sejauh ini itu yang penulis ketahui.

Karena Haryo Suman dikenal orang yang banyak dengan akal liciknya. Sebelum menjadi pejabat Mahapatih di kerajaan Hastinapura. Lalu setelah menjadi Mahapatih malah semakin menjadi-jadi terkenal ahli dalam bidang profokasi keburukan. Jadi disetiap tempat dan disitu ada Mahapatih tersebut maka bisa dipastikan akan ada hal-hal yang kurang baik terjadi.

Sempat disuatu ketika pernah terjadi hal tersebut yakni diantara putra Bima Sena yaitu Antareja dan Gatot Kaca. Mereka saling bertarung habis-habisan mengeluarkan kesaktiannya masing-masing. Gatot Kaca mengeluarkan kesaktiannya bisa terbang. Sedangkan Antareja tidak mau kalah mengeluarkan kesaktiannya bisa masuk kedalam bumi. Jadi keduanya saling tarik-menarik keatas dan kebawah tidak henti-henti.

Itu semua disebabkan profokasinya Mahapatih Haryo Sengkuni. Ia bilang kepada Raden Antareja kalau Bima Sena itu sebagai orang tua tidak adil. Sebagai tanda buktinya kalau Gatot Kaca kok bisa menjadi Raja di kerajaan Peringgondani. Sedangkan Raden Antareja yang anak pertama tidak dijadikan apa-apa. Hal tersebut membuat marah Raden Antareja akhirnya marah besar bertarung sama adiknya sendiri. Tanpa berfikir panjang lagi.

Dan Mahapatih Sengkuni melancarkan aksinya tentu tidak sendiri selalu bersama-sama dengan Kurawa. Kalau pihak yang dikompor-kompori lalu kalah didalam petarungan dengan lawannya. Terus Kurawa meninggalkannya. Tetapi sebaliknya apabila pihak yang dikompori itu menang akan disanjung setinggi langit dan dianggap sebagai saudara dekat.

Memang hal itu sudah menjadi sifat watak dari Kurawa.

Kurupati atau Duryudana menjadi raja Hastinapura mengambil hak dari sepupunya yaitu Pandawa. Karena ketika bapaknya Pandawa meninggal Prabu Pandu. Pandawa masih kecil-kecil bahkan Nakula dan Sadewa, baru saja lahir. Ketika Prabu Pandu akan wafat sebelum detik terakhir beliau menitipkan kerajaan Hastinapura untuk sementara waktu selama para Pandawa masih kecil. Tetapi apabila nanti para Pandawa sudah besar kerajaan Hastinapura harus dikembalikan lagi kepada Pandawa. Waktu itu prabu Pandu menitipkannya kepada kakak kandungnya yaitu Adipati Destarata dan didampingi oleh adiknya Yamawidura, agar perjalanan roda pemerintahan bisa berjalan dengan lancar seperti biasanya tidak ada hambatan apa-apa walaupun rajanya telah mangkat.

Namun diluar dugaan Kurupati alias Duryudana merengek-rengek kepada bapaknya itu kalau dia ingin menjadi raja walau hanya sementara saja sebelum para Pandawa beranjak dewasa. Setelah dilakukan rapat darurat dengan para petinggi dan sesepuh kerajaan Hastina akhirnya disetujui juga dan tentu dengan syarat, apabila nanti Pandawa sudah dewasa kekuasaan tersebut harus dikembalikan kepada yang berhak. Setelah itu Duryudana menjadi Prabu Anom kerajaan Hastinapura. Ide Duryudana meminta kepada bapaknya kalau dia ingin menjadi raja walau sementara itu semua gagasannya dari Mahapatih Sengkuni. Kalau hal demikian terjadi bisa menguasai segalanya dengan atas nama raja, dengan begitu bisa dengan mudah menyingkirkan orang-orang yang menjadi penghalangnya. Dan seterusnya Pandawa dikeluarkan dari Hastina dengan diam-diam. Kalau hal tersebut bisa berjalan dengan lancar maka Duryudana akan menjadi raja selamanya dan sampai anak turunnya nanti. Dan rasa sakit hati Sengkuni akan terobati, walaupun sebenarnya lama-lama diapun juga ingin menguasai apa yang dimiliki oleh kerajaan Hastinapura karena dia tahu kalau kerajaan itu kaya.

Dengan begitu para Kurawa tidak lagi hidup didalam keerajaan yang kecil ditempat bapaknya yakni Kadipaten Gajah Uyo. Dan Hampir semua Kurawa kehidupannya berubah drastis dikarenakan yang paling besar diantara Kurawa sudah menjadi raja di kerajaan besar jadi kehidupan mewahpun secara otomatis mereka rasakan. Lagipula mereka itu sejak kecil oleh Haryo Suman/Sengkuni tidak pernah diajari hidup sederhana. Berbeda sekali dengan Pandawa yang selalu diajari kesederhanaan oleh Semar sebagai yang memomong Pandawa sejak kecil. Jadi tidak hanya Kurawa yang diasuh oleh Suman atau Sengkuni.

Setelah waktunya tiba kerajaan Hastinapura kembali kepada pemiliknya yakni Pandawa, karena sudah besar apalagi Puntadewa sebagai anak pertama sudah cukup untuk memegang tali tampuk pemerintahan. Tetapi lagi-lagi manusia apabila sudah jauh dari sinar kebenaran tentu tidak akan pernah bisa mengetahui kalau dirinya lalim dan lupa akan janjinya. Serta kalau sudah mengemut manisnya gula tidak lagi ingat apa yang dulu pernah dikatakan. Kalau Pandawa sudah besar kerajaan akan diberikan kembali dan hal tersebut sudah ada didalam perjanjian. Akhirnya Duryudana tidak mengembalikan apa yang menjadi hak Pandawa. Itu sampai perang barata yuda selesai artinya kerajaan Hastina tetap diduduki oleh Duryudana dan seluruh keluarganya dan konco-konconya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: