banner 728x250

Lakon cerita banjaran dalam wayang kulit

  • Bagikan
banner 468x60

Mengenal Cerita Banjaran Dalam Pewayangan


cerita banjaran

Lakon atau cerita dalam pewayangan memegang peranan penting selama pertunjukan. Dimana semua yang hadir mata, telinga dan fikiran tertuju kepada Sang Dalang ketika membawakan lakon tersebut bagaimana akhirnya nanti. Terkadang suatu lakon memberikan inspirasi tersendiri terhadap seseorang yang menonton, dikarenakan didalamnya mengandung nilai moral. Seperti halnya Prabu Basukarna atau yang dikenal Adipati Ngawangga. Dia tahu bahwa Kurawa itu salah dan tidak benar, mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya. Tetapi karena Adipati Ngawangga, telah mendapatkan banyak hal dari Kurawa terutama soal jabatan serta kekayaan hingga tidak terhitung jumlahnya. Karena sebab itu dia tidak mau ikut kedalam kelompoknya Pandawa. Meskipun dia telah memperhitungkan bahwa ketika perang Baratayuda nanti Kurawa akan kalah.

banner 336x280

Diatas hanya salah satu saja cerita atau lakon dalam pewayangan. Tetapi disini tidak akan membahas Adipati Basukarna secara detail nanti dilain hari, diceritakan terpisah dan diatas hanya sebagai contoh saja. Pertemuan ini akan mengenalkan cerita Banjaran. Barangkali bagi sahabat sering atau pernah menonton wayang kulit tentu sudah tahu beberapa lakon yang bertemakan Banjaran. Seperti Banjaran Gatot Kaca, Banjaran Bima, Banjaran Sengkuni dan yang lainnya. Pasti dari sahabat semua timbul pertanyaan kenapa nama depannya kok sama? Yakni Banjaran dan belakangnya beda. Dikesempatan ini akan dijelaskan biar sahabat tidak bingung lagi. Jadi ketika menonton wayang nanti dan kebetulan lakon atau ceritanya yaitu Banjaran entah apa nama belakangnya.

Banjaran adalah rangkuman dari awal hingga akhir suatu cerita tokoh pewayangan. Jika di zaman sekarang dapat diartikan Profil. Misalnya Banjaran Sengkuni, berarti menceritakan tentang perjalanan tokoh tersebut dari awal hingga akhir hayatnya seperti apa. Lalu jika Banjaran Gatot Kaca, berarti menceritakan dari awal dia masih kecil hingga nanti gugur ditengah perang Baratayuda dan juga ketika menikah dengan Pergiwati. Cerita yang bertemakan Banjaran seingat penulis ada beberapa antaranya: Banjaran Gatot Kaca, Banjaran Sengkuni, Banjaran Anoman, Banjaran Bima Sena dan masih banyak lagi.

Semoga dengan penjelasan sekilas tentang tema lakon atau cerita Banjaran, dapat memberikan sumilirnya angin pengetahuan. Sehingga sahabat semua ketika menonton wayang kulit nanti dan mendapatkan Sang Dalang menceritakan tentang tema misalnya Banjaran Sengkuni. Berarti tentang perjalanan karirnya serta akhir dari kehidupannya. Demikian juga apabila menonton wayang kulit, lalu ceritanya tentang Banjaran Anoman, berarti akan menjelaskan tokoh tersebut. Jadi jangan heran jika dalam satu malam hanya tokoh itu saja yang sering muncul, dari bermacam penampilannya. Misalnya Banjaran Sengkuni, dia akan muncul ketika waktu masih muda dan hingga tuanya. Banjaran Gatot Kaca, akan muncul ketika dia masih balita, lalu remaja hingga tua tapi belum begitu tua.

Jika sahabat sering menonton pertunjukan wayang kulit, nanti semakin lama akan tahu dan bahkan hafal diluar kepala ketika mengetahui judul ceritanya. Seperti tadi Banjaran Sengkuni, berarti telah terbayang bahwa ceritanya nanti akan begini dan seterusnya. Yang terpenting jangan bosan jika kita telah mengetahui alur ceritanya seperti apa. Tetap terus tonton walau sudah dapat ditebak dikarenakan berulangkali atau tidak terhitung bilangan. Disitu letak semangat menonton wayang kulit atau melestarikan tontonan tradisi tersebut.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: