banner 728x250

Kesenian Ketoprak

  • Bagikan
banner 468x60

kesenian ketoprak


kesenian ketoprak

Kesenian ketoprak merupakan tontonan tradisi lokal jawa, mirip dengan wayang kulit. Dorasinya juga panjang lebih dari 2 jam. Hanya saja yang menjadi perbedaannya para pemainnya. Jika wayang kulit, dimainkan oleh Sang Dalang. Tetapi jika ketoprak, setiap orang memainkan perannya sendiri yang telah ditentukan oleh sutradara. Bukan hanya itu saja yang menjadi perbedaannya. Tetapi jumlah anggotanya, apabila ketoprak sangat banyak sekali orangnnya. Jadi tidak hanya para niaga saja yang menabuh gamelan. Selebihnya sama tidak ada yang berbeda. Didalam kesenian ketoprak, juga ada waranggana tapi tidak banyak seperti wayang kulit. Lalu, untuk tema ceritanya mengambil sejarah kerajaan lokal biasanya seperti itu.

banner 336x280

Cerita atau lakon biasa orang menyebutnya. Cerita yang sering ditampilkan dalam kesenian ketoprak antara lain: Haryo Penangsang, Jaka Tingkir, Mahesa Jenar dan masih banyak lagi. Admin sendiri suka dengan cerita Mahesa Jenar. Yang menceritakan tentang seorang prajurit meninggalkan atribut keprajuritannya keluar dari istana, untuk mencari pusaka hilang, dimana ketika itu dia yang bertugas menjaganya. Sebagai bentuk tanggungjawabnya akhirnya prajurit tersebut mencari seorang diri berkelana hingga ratusan kilo meter, dari istana. Namun, karena usahanya yang keras dan tidak mengenal lelah akhirnya pusaka tersebut diketemukan juga. Prajurit tersebut tiada lain adalah Mahesa Jenar, berpangkat Kanjeng Temenggung Rangga Tahjaya dan terkenal dengan ajiannya Sasrabirawa Diatas adalah salah satu cerita yang sering ditampilkan oleh grup pemain ketoprak.

Kesenian ketoprak tidak hanya sebagai tontonan hiburan bagi wong cilik. Tetapi sarana ampuh untuk mengenalkan sejarah kepada masyarakat yang ada di desa, waktu itu. Dari cerita yang dibawakan oleh grup ketoprak, diharapkan masyarakat jadi mengetahui sejarah kerajaan dimasa silam. Seperti contohnya cerita Mahesa Jenar, latarbelakang kerajaan Kesultanan Demak Bintoro. Itu baru salah satu cerita dari sekian banyak yang telah ditampilkan.

Kesenian tontonan tradisi ketoprak, semoga kedepannya bertambah maju seperti zaman yang terus berkembang. Para penggemarnya juga bertambah banyak saja dari generasi Z. Jangan sampai reduk sinarnya dan bertambah luas pentas seninya. Sebenarnya antara wayang kulit dengan ketoprak sama bagusnya dan keduanya mempunyai nilai khusus didalam kesenian budaya. Karena berpuluh atau ratusan tahun kesenian tersebut menemani rakyat kecil. Ketika belum ada televisi atau media online seperti sekarang. Dan kesenian rakyat tidak hanya dua itu saja tapi masih ada lainnya. Nanti suatu hari akan disebutkan juga dalam artikel singkat.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: