banner 728x250

Hubungan erat antara Prabu Kresna dan Pandawa

  • Bagikan
banner 468x60

hubungan erat prabu kresna dan pandawa

hubungan erat

Prabu Kresna dan Pandawa, bagaikan kereta kuda beserta kusirnya sehingga tidak bisa dipisahkan. Prabu kresna, sebagai kusir tentu selalu mencarikan jalan yang terbaik agar kereta kuda tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Demikian juga dengan kereta yang ditarik oleh seekor atau dua ekor kuda, harus mengikuti arahan dari kusir agar tidak salah jalan. Tetapi kuda maupun manusia bukan benda mati yang hanya diam saja. Sekali atau duakali tidak mengikuti arahan dari kusir, memilih jalannya sendiri. Tentu itu adalah hal yang sangat wajar, dikarenakan kuda juga mempunyai keinginan walau mungkin rasa tersebut tidak sama seperti manusia. Apalagi manusia memiliki akal, perasaan sedih atau gembira dan yang lainnya. Sudah sewajarnya jika manusia terkadang memilih jalan yang dianggapnya benar menurutnya.

banner 336x280

Prabu Kresna dan Pandawa, keduanya masih ada hubungan ikatan erat saudara sepupu tepatnya. Orang tua Prabu Kresna adalah saudara tertua dari Ibunya Pandawa, yakni Dewi Kunti. Sedangkan orang tua dari Prabu Kresna adalah Basudewa. Lalu, Dewi Kunti adalah adiknya Basudewa. Jadi mereka berdua adalah saudara kandung yakni Basudewa dan Dewi Kunti, sama-sama anak dari Prabu Kunti Bujo raja kerajaan Mandura. Jadi Pandawa, dari pihak Bapaknya yaitu Prabu Pandu adalah seorang raja. Dan dari pihak Ibunya juga keturunan raja.

Jadi Prabu Kresna dan Pandawa masih ada hubungan erat keluarga walau bukan saudara kandung sendiri. Selain itu cerita nasip anak manusia, memang tidak ada yang mengetahuinya seperti apa nantinya. Seperti halnya ketika Prabu Kresna dan Raden Arjuna, tatkala masih muda belajar ilmu ditempat yang sama juga yakni Sang Resi Patmanaba. Saat itu juga hubungan keduanya semakin bertambah erat dan seiringnya berjalannya waktu Prabu Kresna maupun Raden Arjuna, mengetahui bahwa mereka adalah saudara sepupu. Catatan: nama kecil hingga remaja Prabu Kresna adalah Raden Narayana. Dan nama kecil hingga akhir hayat Raden Arjuna sebagai berikut: Permadi, Arjuna, Janaka.

Sejak perkenalan itu Raden Narayana maupun Raden Arjuna, semakin dekat saja hubungannya sebagai siswa. Dan ketika mengetahui bahwa keduanya rupanya masih ada ikatan saudara bertambah dekat saja. Dari pertemuan itu semakin lama Raden Narayana, tahu bahwa saudara sepupunya tersebut ternyata dimusuhi oleh anak Pakdenya. Sehingga Raden Narayana, timbul niat untuk membantu saudara sepupunya itu hingga perang Baratayuda selesai. Bahkan jauh sebelum terjadi perang Baratayuda, Narayana muda selalu membantu para Pandawa ketika sedang mengalami kesulitan yang disebabkan oleh Kurawa. Dan ketika Pandawa akan diajak bermain dadu, Raden Narayana yang sudah menjadi Prabu di kerajaan Duwarawati. Datang menemui para pandawa, untuk memberitahu bahwa ajakan tersebut hanya muslihatnya para Kurawa.

Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Prabu Kresna. Bahwa ajakan bermain dadu tersebut hanya muslihatnya para Kurawa saja. Untuk menguasai seluruh kerajaan Ngamarta. Karena para Pandawa terkenal tidak pernah menolak apabila diundang oleh saudara tua. Dengan begitu nanti yang memegang kotak dadunya adalah Maha Patih Sengkuni, yang terkenal kelicikannya. Setelah bermain beberapa saat kemudian akhirnya para Pandawa kalah dan seluruh isi kerajaan Ngamarta serta kerajaannya, semuanya dijadikan taruhan. Sebelum terjadi itu semua, Prabu Kresna telah memberikan nasihat. Tetapi para Pandawa juga manusia biasa tidak mempunyai pengetahuan yang akan terjadi. Sehingga sangat wajar jika tidak mengikuti arahan dari kusir kereta. Akhirnya, dibuat perjanjian antara Kurawa dan Pandawa. Dalam perjanjian tersebut Pandawa, bisa mendapatkan kembali seluruh kerajaan Ngamarta jika menyelesaikan hukuman 12 tahun ditengah hutan dan ditambah 1 tahun lagi hukuman sembunyi. Apabila hukuman sembunyi sampai ketahuan maka Pandawa, harus mengulanginya kembali hukuman 12 tahun ditengah hutan dan 1 tahun hukuman sembunyi lagi.

Karena dari itu Prabu Kresna, sangat mencintai saudara sepupunya itu seperti adiknya sendiri dalam satu kandungan. Apalagi dengan Raden Arjuna, kecintaan Prabu kresna tidak dapat diukur oleh apa saja. Dan Prabu Kresna sendiri, menolong tanpa ada pamerih entah pada saat itu atau dikemudian hari. Jadi membantu benar ikhlas dari lubuk hati paling dalam. Bukan disebabkan para Pandawa adalah saudaranya sendiri. Tetapi lebih dikarenakan keadilan harus ditegakan dan angkaramurka harus dihilangkan. Hal itu terbukti hingga perang Baratayuda terjadi, Prabu Kresna tetap ada disamping para Pandawa ketika menghadapi Kurawa. Dan sampai Pandawa, memenangkan perang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: