banner 728x250

Gagrag Wayang

  • Bagikan
banner 468x60


<br /> Gaya Wayang Kulit


banner 336x280

Gagrag Wayang

Wayang kulit merupakan warisan dunia yang telah diakui oleh Unesco tahun 2003. Tradisi tontonan tersebut bagi masyarakat yang tinggal di daerah Jawa Tengah dan Timur, sudah menjadi hiburan turun-temurun sejak para si mbah dahulu. Bahkan yang menonton bukan saja kalangan para pria tetapi juga ada dari kaum wanita dan mereka hafal ceritanya. Nanti setelah tokoh ini keluar, lalu muncul siapa lagi, karna begitu seringnya menonton. Misalnya dalam satu bulan ada 5 kali pertunjukan dengan cerita yang sama, hal itu tidak mengurangi semangat serta minat orang untuk menonton. Wayang kulit sendiri ada tiga bagian yaitu pembuka cerita konfliknya apa, lalu pertengahan malam mencari solusi dan yang terakhir dini hari jawaban dari persoalan.

Wayang kulit pada umumnya ceritanya dari Mahabarata, yang mengisahkan tentang keluarga Pandawa dan Kurawa. Selain itu cerita Ramayana, tentang kesetiaan dewi Sintah terhadap suaminya prabu Rama. Namun ada juga cerita yang diluar pakem tersebut. Karna ki dalang sendiri mempunyai kemampuan untuk mengubahnya tetapi tetap pada jalurnya. Misalnya kita mau pergi menuju kota D, berarti harus melewati kota B dan C. Karna kita sudah tahu jalurnya maka kota B, dilewatkan saja. Jadi hal tersebut tetap masih dalam jalur arah yang sama, hanya saja jarak tempuhnya dan lebih cepat. Sebagai catatan hal tersebut tidak semua dalang melakukan demikian hanya tertentu saja, yang benar-benar telah memahami alur dari cerita.

Baca Juga

  • Wayang Kulit
  • Daftar Nama Anak
  • Segara Aksara
  • Sesungguhnya wayang, bukan hanya ada di jawa tetapi hampir diseluruh nusantara. Jawa Barat, juga ada namanya wayang golek dan ceritanya sama saja serta bahasanya yang berbeda tentunya. Berikut dibawah ini ada beberapa wayang dari berbagai daerah:

    • Gagrag Jogja
    • Gagrag Surakarta
    • Gagrag Banyumas
    • Gagrag Jawa Timur
    • Gagrag Bali
    • Gagrag Banjar
    • Gagrag Palembang
    • Gagrag Cirebon
    • Gagrag Madura

    Pertunjukan semalaman ini yang diramaikan gamelan beserta suara para pesinden. Darimanapun gagragnya semuanya sama ada komponen yang telah disebutkan. Selama masih memahami bahasanya mari kita cintai dan lestarikan budaya luhur ini. Hilangkan rasa merasa menjadi orang kuno, jadul, kampungan, ketinggalan zaman, mistik atau klenik dan sebagainya. Belum tentu kita dapat menghasilkan karya seni budaya yang usianya serupa berabat-abat ratusan tahun itu. Jangan dilihat dari sisi luarnya atau usianya. Suara gamelan yang ningnong ninggung membuat suasana semakin bertambah manis bercampur sumilirnya angin malam.

    Bersyukur di zaman yang telah menginjak era digital ini banyak sekali penggiat seni tradisi khususnya tontonan wayang kulit. Hal tersebut dapat dilihat beberapa channel media sosial selalu diisi dengan content-content video wayang kulit, entah secara langsung atau rekaman. Tinggal kreatifitas serta semangat yang harus dipupuk terus-menerus bertujuan melestarikan budaya tradisi tontonan wayang kulit. Bukan hanya menunjukan masih ada apa tidak tetapi sekaligus memperkenalkan bagi yang belum tahu. Karna media zaman dahulu berbeda seperti sekarang.

    banner 336x280
    banner 120x600
    • Bagikan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    %d blogger menyukai ini: