banner 728x250

Daftar nama anak Pandawa dan Kurawa

  • Bagikan
banner 468x60

daftar nama anak pandawa dan kurawa

daftar nama anak

Beberapa waktu yang lalu sudah diceritakan tentang sekilas Kurawa dan Pandawa. Kali ini akan menceritakan anak dari mereka siapa saja nama-namanya dan setiap dari para Kurawa ataupun Pandawa mempunyai anak berapa. Karena dari anak Pandawa ada yang terkenal juga di zaman ini tapi jarang diantara mereka yang mengetahui kalau itu adalah anak dari salah satu tokoh Pandawa, hanya mengetahui namanya saja. Semisalnya contoh adalah raden Gatot Kaca. Barangkali hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa raden Gatot Kaca siapa ibunya dan siapa ayahnya. Lalu siapa saudara Raden Gatot Kaca, tentu jarang yang ada mengetahuinya.

banner 336x280

Dengan tulisan yang singkat ini mudah-mudahan dapat memberikan pencerahan siapa saja anak dari Kurawa dan anak dari Pandawa. Karena tidak semua millenial zaman sekarang suka menonton ataupun mendengarkan pagelaran wayang yang ada di daerahnya masing-masing. Disebabkan dorasi waktu yang panjang dan memang tidak bisa disalahkan serta dorasi yang tidak bisa diperpendek menjadi singkat. Sekali tempo memang bisa untuk dipersingkat tapi intisari dari pagelaran wayang itu sendiri menjadi hilang jati pertunjukannya. Jadi lebih banyak menampilkan sesuai dorasi yang sudah ada. Walaupun dipersingkat paling lebih sering hanya 1, 2 atau 3 jam pertunjukan. Malah kalau kata si mbah dulu bisa sampai jam 6 pagi, tentu melihat dari lakonnya memungkinkan apa tidak. Semua seperti itu.

Menonton atau mendengarkan pentas wayang jika disingkat dorasinya memang sungguh tidak enak. Menurut penulis sendiri menonton wayang, lebih nikmat jika semalaman. Sembari ditemani segelas kopi dan kacang rebus.

Apabila disamakan seperti zaman dulu tentu pertunjukan wayang akan lama-lama punah. Untuk saat ini atau beberapa tahun lagi belum tapi 20, 30 atau diantara kurang dari itu bisa saja sudah mengalami penurunan jumlah penonton, mudah-mudahan saja tidak terjadi.

Tetapi dengan eranya yang sudah maju seperti ini tentu bisa disiasati sebagai cara. Setiap pertunjukan dibuat video lalu di dipecah menjadi satu jam dan satu jam. Cara yang demikian bisa dijadikan alternatif agar para millenial mau menonton acara pertunjukan wayang. Walaupun sekarang sudah mulai menggeliat ada siaran langsung di youtube, itupun tetap dorasinya panjang kurang lebih 4 jaman. Tetapi dengan waktu sepanjang itu tetap masih lama kecuali pecinta wayang, itu saja yang lahir sekitar tahun 70 sampai 90an yang tetap setia menyaksikan.

Memang kalau bicara soal cerita wayang untuk lakon-lakonnya banyak sekali khususnya didalam babad Maha Barata. Apabila diceritakan mungkin satu bulan tidak cukup untuk menyelesaikan lakon yang ada. Dua atau tiga bulan mungkin baru bisa selesai semua lakon yang sudah tertulis dalam buku-buku pedalangan. Karena untuk lakon perang Barata Yuda saja kurang lebih harus 18 kali pertunjukan. Dari mulai gugurnya Sang Maha Resi Besma sampai nanti terakhir gugurnya Duryudana. Itu baru lakon perang Barata Yuda. Belum bagaimana ketika Resi Besma dimasa mudanya dan kenapa sampai beliau menjalani Wadat tidak menikah sampai akhir hayatnya. Lalu bagaimana konspirasi yang dirancang oleh Maha Patih Sengkuni ketika akan dilakukan peralihan kekuasaan kerajaan Hastina dari Kurawa ke Pandawa. Konspirasi busuk apa yang direncanakan sehingga akhirnya surat kuasa tersebut tidak sampai di Pandawa dan malah tempat penginapan Pandawa terbakar hebat, sampai masyarakat seluruh negeri Hastina berduka berhari-hari.

Jadi lakon tersebut apabila ditampilkan semua akan perlu waktu panjang bukan hanya berhari-hari tapi berbulan-bulan. Sebenarnya penting sekali untuk masa yang akan datang agar tidak punah atau hilang tenggelam didalam lautan lupa. Maha karya tersebut penting untuk diselenggarakan memang perlu biaya yang tidak sedikit tentunya tapi perlu diberikan perhatian.

Jadi didalam tulisan singkat ini akan membahas keturunan atau anak dari Kurawa dan Pandawa. Bertujuan agar tahu siapa anaknya siapa. Tidak hanya Pandawanya saja misalnya seperti misalnya Arjuna yang ganteng itu, bukan hanya menjadi impian setiap wanita dimasa itu tapi dimasa sekarang juga sama menjadi impian para wanita. Atau Patih Sengkuni, yang dikenal akal liciknya selalu mencari cara untuk menyingkirkan Pandawa.

Lesmana

Dia adalah putra tunggal Duryudana dengan istrinya Banuwati. Karena putra kesayangan jadi sama Duryudana sangat-sangat dimanja dan segala permintaannya pasti selalu dipenuhi.

Untuk para anggota Kurawa yang lain sampai tulisan ini dibuat belum diketemukan siapa anaknya siapa. Kalau nanti sudah diketahui secara jelas akan di diperbaharui lagi.

Pancala

Dia merupakan putra satu-satunya dari Punta Dewa dengan istrinya Kurupadi. Beda halnya dengan Duryudana tadi kalau anaknya meminta apa saja langsung segera dipenuhi. Tetapi kalau Punta Dewa sebaliknya tidak memenuhi apa yang jadi permintaan anaknya itu, sangat jarang sekali mengabulkan permintaan dari Pancala putranya.

Walaupun keduanya hampir mirip mempunyai kesamaan antara raden Lesmana dan raden Pancala. Kesamaannya adalah sama-sama tidak begitu sakti, beda dengan putra Pandawa yang lain. Tetapi kalau Lesmana gerakan dasar bisa dan berani bertarung. Kalau Pancala tidak berani untuk bertarung, karena merasa tidak pernah belajar sungguh-sungguh.

Antareja

Dia merupakan putra pertama dari Berata Sena dan dari istri pertamanya yang bernama Dewi Naga Gini. Raden Antareja mempunyai kesaktian bisa masuk kedalam bumi. Jadi kalau sedang bertarung sama lawannya bisa mengecoh melalui masuk kedalam bumi lalu nanti muncul lagi. Selain itu jika bertarung dia mempunyai upas yang disemburkan dari mulutnya. Dan kalau pergi selalu jalan yang ditempuh melalui dalam tanah yaitu masuk dalam bumi, jadi nanti tahu-tahu sudah keluar ditempat yang dituju itu. Kesaktian dari Antareja bukan hanya masuk kedalam perut bumi tapi masih ada yang lain dimana dia bisa menyembur lawan-lawannya sehingga pada pingsan ataupun meninggal. Jadi putra pertama Berata Sena dari istri pertamanya mempunyai dua kesatian yang sulit dicari tandingnya.

Gatot Kaca

Gatot Kaca merupakan putra kedua dari Berata Sena dan dari istri kedua yakni Arimbi. Raden Gatot Kaca sebagai putra kedua mempunyai kesaktian yang linuwih walaupun beda ibu dari kakaknya Antareja. Gatot Kaca dimasanya dan sampai sekarang dikenal oleh orang-orang bisa terbang. Bukan hanya itu saja tapi masih ada yang lain yaitu kalau sedang terbang di angkasa tidak merasa kepanasan dan apabila hujan juga tidak kehujanan, lalu kalau malam penglihatannya jelas bagaikan disiang hari. Dan kalau sedang berperang lalu mau di panah untuk menghindarinya dia terbang setinggi-tingginya sehingga anak panah tersebut kehilangan daya dorongnya untuk mengejarnya. Dari situ ia tidak bisa di panah dan kalau musuhnya begitu banyak ia bisa mempermainkan dengan cara berperang dari atas, jadi tidak menyentuh bumi. Jadi raden Gatot kaca mempunyai tiga kesaktian bisa terbang, kalau sedang terbang tidak merasakan kepanasan dan tidak kehujanan lalu penglihatannya tajam dikala malam.

Anta Sena

Merupakan putra ketiga dari Berata Sena dari istrinya yang ketiga pula yang bernama Dewi Urang Ayu. Raden Anta Sena tidak kalah kesaktian yang dimilikinya apabila dibandingkan kedua kakaknya tadi. Ia bisa jalan diatas air walaupun sedang berada ditengah lautan dan bisa juga masuk didalamnya jadi tanpa ada bedanya seperti sedang didarat saja. Dan semua makhluk yang ada di laut takut kalau bertemu dengan raden Anta Sena seperti bertemu dengan pimpinannya. Kalau lagi berperang tidak pernah terlalu banyak gerak jadi dipukuli dan lainnya hanya diam saja. Tetapi kalau dia sudah kesal atau sudah mau membalas walaupun ada banyak lawan didepannya semuanya dilalap tanpa mengenal ampun.

Abi Manyu

Putra pertama Arjuna dari istri pertama juga ini tidak jauh seperti ayahnya sakti dan tampan. soal kesaktian dari raden Abi Manyu ia lebih sering menggunakan senjata pusaka yang dimiliki oleh ayahnya. Jadi kalau kesaktian seperti saudara kakak sepupunya diatas ia tidak punya.

Wisang Geni

Ia adalah putra dari Arjuna dari istri nomor berapa tidak tahu tapi namanya adalah Dewi Dersanala. Raden Wisang Geni ia merupakan salah satu putra dari para Pandawa yang mempunyai kebijaksanaan. Dan siapa saja tidak ada yang ditakuti meskipun usianya diatas dia, apabila orang tersebut melakukan kesalahan. Banyak cara untuk mengatasi suatu masalah dan jarang sekali bertarung lebih sering menghindari apabila masih memungkinkan karena ia bisa mengetahui apa yang belum terjadi.

Sebenarnya putra dari Arjuna masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Karena wanita yang dikawinni cukup lumayan banyak tapi istri resminya hanyalah tiga orang saja dan yang di identifikasi satu orang yakni Woro Sembadra ibu dari Abi Manyu. Dua istrinya yang sah seperti Srikandi dan Larasati tidak diketahui siapa nama putranya.

Untuk Pandawa lainnya seperti Nakula dan Sadewa belum diketahui secara jelas siapa putra atau putrinya. Karena sebelum meletus perang Barata Yuda memang tidak disebutkan atau tidak pernah muncul dalam lakon pewayangan. Jadi apabila nanti sudah pasti akan di diperbaharui kembali. Kunjungi terus website ini.

Berikut merupakan keturunan dari Kurawa dan Pandawa. Lalu muncul kenapa dari Kurawa hanya satu yaitu Lesmana saja? memang yang sering ada dalam cerita hanya itu, entah kalau dalam versi lain dan penulis belum mengetahuinya tapi sejauh ini hanya satu Lesmana seorang. Yang meninggal ketika perang Barata Yuda terbunuh oleh Abi Manyu.

Dari Pandawa memang yang menonjol dan selalu ada disetiap lakon apapun itu hanya tiga orang yaitu Antareja, Gatot Kaca dan Anta Sena. Tiga orang tersebut selalu muncul walaupun bergantian dalam cerita wayang dan kadang juga bebarengan dalam satu lakon. Apalagi Gatot Kaca hampir setiap cerita wayang mau apapun itu pasti ada gatot Kacanya. Jarang sekali yang menemukan yang tidak ada Gatot Kacanya walau ada dibeberapa cerita tapi keseluruhan ada.

Demikian sekilas secarik coretan tentang siapa putra dari para Kurawa dan Pandawa. Walaupun hanya numpang lewat saja tapi diharapkan mengetahui seperti Gatot Kaca adalah anaknya siapa. sehingga tidak hanya tahu namanya saja Gatot Kaca yang bisa terbang itu. Karena kalau harus menonton wayangnya langsung pasti memperlukan waktu semalam suntuk dan itu belum tentu lakon yang dimainkan oleh dalang adalah lahirnya Gatot Kaca. Bisa saja lahirnya orang tuanya dan memang itu ada ceritanya. Mudah-mudahan dari sekilas cerita ini bisa menumbuhkan rasa ingin tahu sehingga menonton mendengarkan langsung cerita lakonnya. Bisa dicari di youtube LAHIRNA GATOT KACA. Dan budaya menonton wayang timbul dari para millenial. Janganlah malu karena itu budaya kita sendiri, kalau bukan kita yang memupuknya lantas siapa lagi.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: