banner 728x250

Anak yang tidak diinginkan

  • Bagikan
banner 468x60

anak yang tidak terfikirkan

anak yang tidak terfikirkan

Ketika Dewi Kunti masih gadis. Dimana ia mengetahui kalau dirinya sedang mengandung seorang putra mendadak bumi berhenti berputar dan matahari lenyap seketika. Wajahnya yang ayu berseri-seri pada waktu itu juga berubah menjadi mendung tebal. Kesedihannya bagaikan sepanjang musim hujan yang tiada habisnya.

banner 336x280

Karena Dewi Kunti mengandung sesuatu hal yang diluar dugaannya. Waktu itu ia di siang hari ketika sedang mandi. Niat dalam hati merapalkan ilmu ajian pengasihan yang diberikan oleh gurunya. Setelah diucapkan didalam hati dan segala tata caranyapun sudah dilaksanakan. Tiba-tiba dari atas angkasa ada sesuatu yang turun menghampiri dirinya dan diapun kaget disaat itu juga.

Ternyata yang datang adalah Dewa Matahari. Dewa Matahari, akhirnya berkata kenapa dia bisa turun menghampiri Dewi Kunti. Dikarenakan Dewa Matahari, terkena ajian pengasihan yang dirapalkan oleh Dewi Kunti. Hal itu yang menyebabkan Dewa Matahari, turun ke bumi.

Sedangkan Dewi Kunti waktu itu juga bingung mau apa soalnya ia hanya ingin mencoba mempraktekan apa yang telah diberikan oleh gurunya. Jadi keduanya didetik itu bingung. Didalam kebingungan itulah yang akhirnya Dewi Kunti mengandung.

Singkat cerita Dewi Kunti, melahirkan melalui telinga. Ada beberapa versi cerita untuk hal itu yang penulis dengar. Yang pertama adalah dari guru dimana Dewi Kunti, mendapatkan ramalan ajian tersebut. Sehingga sang guru, membantunya dalam melahirkan sijabang bayi melalui telinga. Tetapi ada versi lain yang mengatakan. Proses melahirkannya Dewi Kunti, disebabkan sabdha dari Dewa Matahari itu sendiri.

Entah cerita mana yang benar intinya Dewi Kunti. Lalu untuk menjegah dari diketahuinya oleh orang-orang Dewi Kunti melarung putranya itu di sungai Gangga. Tentu ditaruh didalam peti dan didalamnya selain bayi mungnyil itu sendiri, juga ada bandul kalung yang bergambar Matahari. Sebagai tanda nanti apabila Dewi Kunti bertemu kembali jadi mudah untuk dikenali.

Disaat yang sama ada seorang abdi kerajaan Hastina yang sedang di pinggir sungai Gangga dan sangat kebetulan abdi tersebut belum mempunyai anak. Dari sekian lamanya menikah. Jadi ketika melihat ada peti yang mengapung ditengah air. Abdi Hastina itu segera mengambil dan membukanya. Ternyata setelah dilihat isinya adalah seorang bayi laki-laki yang tampan. Akhirnya dibawa pulang oleh abdi Hastina tersebut. Yang nanti dikemudian hari akan terkenal menjadi Narpati Prabu Karna.

Prabu karena walau putra dari Dewi Kunti yang juga ibu dari Pandawa. Tetapi Prabu karena sendiri berada dipihak Kurawa. Dikarenakan dia sebagai raja di kerajaan kecil yaitu Ngawangga. Dimana kerajaan Ngawangga adalah kerajaan kecil bisa dibilang kerajaan bawahan.

Cerita kenapa Surya Admaja alias Prabu karena bisa menjadi raja dari pihak Kurawa sampai akhir nyawanya sebagai berikut.

Ketika Kurawa dan Pandawa masih muda lalu mereka menimba ilmu kepada Sang Resi Begawan Durna. Lalu untuk menguji kemampuan mereka dalam menyerap ilmu yang sudah diberikan selama ini bagaimana. Begawan Durna ingin tahu seperti apa hasilnya dari kedua kelompok anak bangsawan tersebut. Siapa yang lulus dari ujian tersebut maka akan diberikan adiah dan adiahnya itu bukan murahan. Tapi berupa bentuk senjata ampuh Pusaka Sakti susah dicari tandingannya.

Sebagai bahan ujiannya adalah seekor burung yang sudah mati lalu ditaruh diatas pohon. Setelah itu murit-muritnya disuruh satu per satu memanah bagian persis di matanya tidak boleh lewat. Satu per satu dari pihak Kurawa dan Pandawa mencobanya tapi semuanya gagal tidak ada hasil selalu kelewat tidak pas. Lalu yang terakhir adalah raden Arjuna akhirnya pas ddan kena tidak lebih dan juga tidak meleset.

Sorak-sorai terdengar begitu meriahnya sampai suaranya sampai keluar dari beteng istana. Karena begitu banyaknya yang menyaksikan dari mulai kalangan perajurit, kawula dan lainnya. Jadi tidak heran apabila lapangan alun-alun penuh dengan lautan manusia. Karena sebab itu suaranya menjadi bergemuruh.

Hal tersebut sampai terdengar oleh Surya Admaja walau posisinya agak jauh, karena untuk kalangan masyarakat bawah dan para abdi menontonya tidak bisa dekat panggung. Prabu karena muda mendengar keriuhan itu telinganya menjadi merah dan wajahnya terlihat bagaikan nyalahnya api, sehingga kegantengannya menjadi hilang mendadak berubah menyeramkan parasnya. Darah muda yang bergejolak didalam tubuhnya seperti air yang mendidih. Karena didalam fikirannya apa hanya Arjuna, yang pandai memanah. Didalam benaknya hendak ingin menantang bertarung dengan raden Arjuna lebih-lebih dalam bidang memanah soalnya Surya Admaja juga bisa memanah. walau anak dari seorang abdi istana kerajaan Hastina tapi mahir dalam memainkan panah.

Tanpa berfikir panjang lagi Surya Admaja begegas menuju panggung dan langsung naik keatas, untuk menantang Arjuna. Disaat itu orang-orang saling pandang khususnya para Kurawa yang sejak tadi sudah diam saja karena kalah dalam memainkan panah. Raden Arjuna yang mengetahui hal tersebut langsung bertanya kepada Surya Admaja untuk apa dia naik keatas panggung ujian para murit Begawan Durna soalnya yang dibolehkan untuk ujian bertarung hanya keluarga kerajaan. Sedangkan Surya Admaja bukanlah dari keluarga kerajaan melainkan dari keluarga seorang abddi istana rendahan. Sebab itulah Arjuna marah besar kepada Surya Admaja dan langsung mengusirnya.

Surya Admaja diperlakukan seperti itu kemarahannya semakin menjadi-jadi dan tidak mau untuk turun dari panggung akhirnya mereka berdua bertanding. Kedua orag tersebut saling mengeluarkan kemampuannya masing-masing seluruh kesaktian yang dimiliki oleh Surya Admaja tetap tida bisa menandingi Arjuna. Akhirnya si Karnapun turun dari panggung ujian siswa Begawan Durna. Setelah Surya Admaja turun para kurawa langsung menyusulnya untuk meminta lagi bertanding kepada Arjuna paling tidak bisa menyimbanginya. Karena para Kurawa tidak ada yang mampu menandinginya tapi Surya Admaja bisa menandinginya.

Setelah dirayu-rayu dan akan diberikan kerajaan bawahan lalu Prabu karena muda akhirnya bersedia juga menjadi anggota kelompok Kurawa dan pada waktu itu juga segala persiapan penobatan dilakukan secara singkat dan cepat.

Disela-sela ketika Surya Admaja turun dari panggung pertandingan tadi sekilas Dewi Kunti melihat bandul kalung yang digunakan oleh Surya Admaja, kok mirip dengan bandul ketika ia menghanyutkan bayi didalam peti. Lalu disuatu tempat yang agak aman dari mata-mata Kurawa Dewi Kunti menemui Surya Admaja. Untuk menanyakan perihal bandul kalung yang dikenainya. Tetapi Surya Admaja tidak tahu menahu soalnya sejak kecil dia sudah diberikan kalung dan bandul seperti itu. Akhirnya Dewi Kuntipun tidak bisa memaksa tapi dalam hati seorang ibu yaqin kalau itu tadi adalah putranya yang dulu dihanyutkan, yang dimana didala peti tersebut selain bocah bayi tapi ada juga kalung beserta bandul bergambar matahari.

Dewi Kunti yaqin nanti suatu saat akan terbukti kalau pemuda tadi adalah salah satu putranya dari ketiga putranya yang lain yakni: Puta Dewa, Berata Sena dan Arjuna. Didalam lubuk hati seorang ibu Dewi Kunti percaya misteri tentang pemuda yang melawan anaknya Arjuna akan tersingkap walau tidak tahu kapan. Karena ikatan batin seorang Ibu dengan putranya, tidak bisa putus walau lama berpisah.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: